padi
kalau kita telaah ternyata kemampuan tidak lebih jauh dengan padi.
padi yang tingginya kecil masih teroptimis agar lebih bisa.
jikalau sudah lebih tinggi namun belum ada padiya, alias masih hijau, ia merasa dirinya yang paling hebat mengangah keatas langit, ia merasa paling hebat, ia tidak tau bahwa ia baru setengah jalan.
berbeda dengan padi yang sudah berbuah dan berwarna kuning, walaupun ia memiliki kemampuan tapi ia menunduk kebawah tanah, karena ia tau bahwa ia tidak layak untuk di menyombongkan kemampuan yang ia miliki, dan ia juga tau bahwa yang hanya pantas sombong adalah sang pencipta alam. yang memberikan sedikit anugrah berbentuk kemampuan untuk di manfaatkan bukan untuk di sombongkan.
Ya allah betapa berdosanya hambamu ini, seakan-akan bangga akan kemampuan yang sangatlah kecil.
padi yang tingginya kecil masih teroptimis agar lebih bisa.
jikalau sudah lebih tinggi namun belum ada padiya, alias masih hijau, ia merasa dirinya yang paling hebat mengangah keatas langit, ia merasa paling hebat, ia tidak tau bahwa ia baru setengah jalan.
berbeda dengan padi yang sudah berbuah dan berwarna kuning, walaupun ia memiliki kemampuan tapi ia menunduk kebawah tanah, karena ia tau bahwa ia tidak layak untuk di menyombongkan kemampuan yang ia miliki, dan ia juga tau bahwa yang hanya pantas sombong adalah sang pencipta alam. yang memberikan sedikit anugrah berbentuk kemampuan untuk di manfaatkan bukan untuk di sombongkan.
Ya allah betapa berdosanya hambamu ini, seakan-akan bangga akan kemampuan yang sangatlah kecil.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar